Home » » Tierra Especial

Tierra Especial

Written by bfilm on Saturday, August 10, 2013 | 7:41 PM

to watch online movie or film, may be, we have a problem about the movie can't loaded. So, please check or update your flashplayer before. And enable JavaScript on your browser too.
Click here
to update adobe flash player before watching the online movie

Film Review | BFILM ~ Casa de mi Padre (2012) -

Tidak semua orang Amerika jahat. Tidak semua orang Meksiko pengedar narkoba.

Demikian dua desingan kalimat yang sama sekali tidak lucu di penghujung akhir film Casa de mi Padre ini. Meski film “Keluarga Bapakku” ini dikemas dalam bingkai-bingkai komedi, namun banyak juga longsongan-longsongan pesan nasionalisme yang bertebaran mengiringi luncuran peluru-peluru racikan narkoba dan cinta.

image, film, review, casa de mi padre, 2012, spanish movie, pic

Tentu itu semua merupakan bentuk lain tindakan nasionalis yang dieksplor film berbahasa Spanyol yang satu ini. Sehingga maklum jika bumbu-bumbu humor film ini lebih dominan pada tindakan dan tampilan dibandingkan penyuaraan. Meski pada ranah audio ada juga beberapa sisipan lelucon, namun jauh tak sebanding dengan kuantitas ranah visual yang dialokasikan untuk humor.

Yo No Se

Simak saja, misalnya, pada saat Armando Álvarez mengkonfirmasi kabar bisnis narkoba yang melibatkan Sang Adik satu-satunya itu. Di sana, lebih banyak humor visual yang tersaji jika dibandingkan humor audio-nya. Mulai dari gerakan dadakan Raúl Álvarez yang melakukan pembelaan terhadap keputusan bisnisnya, wajah lucu Armando sekaligus caranya melinting tembakau, hingga tindakan Onza yang menyulut dua batang rokok dalam satu mulut.

Semua sajian humor itu tidak sebanding dengan humor dari sisi audio yang disampaikan Raúl. Yaitu, membandingkan usaha dagang narkoba dengan cokelat, yang digunakan sebagai dalih legitimasi bisnisnya. Selain perbandingan itu terasa tidak lucu bagi sebagian penonton, pada sisi penyuaraan juga ada susulan pernyataan bahwa alasan kepulangan Raúl demi tanah kelahiran. Sehingga makin jelas, kemudian, jika sisi audio film ini lebih diperuntukkan sebagai penyuaran pesan serius yang tidak selamanya boleh dipermainkan dan ditertawakan. “…esta es mi tierra,” demikian kata Raúl sambil melepas debu dari genggamannya.

Keseriusan pesan yang disuarakan film ini juga terdengar lagi usai adegan itu tadi. Tepatnya pada peralihan setting cerita dari kafe yang tertutup menuju area terbuka di bawah terang rembulan yang terhampar luas. Lantas musik salsa pun dilepas-bebas kepada penonton film yang masih minat memburu jawaban atas kepulangan Raúl.

Maka dengan lagu “Yo No Se” itulah, kemudian, Armando, Esteban, dan Manuel mengambil alih upaya pemberian jawaban atas pertanyaan: mengapa membela tanah kelahiran? Sebelum memberikan jawaban, mereka lebih dulu memberikan pernyatan bahwa pertanyaan itu sama halnya dengan rentetan tanya tak berujung. Di antaranya; mengapa bulan bersinar terang pada malam hari? Kenapa burung bisa terbang? Kenapa kura-kura geraknya sangat lambat? Semua pertanyaan itu dijawab singkat oleh masing-masing mereka dengan kata : Yo no se (saya tidak tahu). Si, tidak tahu. Yang mereka tahu hanyalah cinta ( el amor ) yang semestinya dimiliki semua orang.

Amores

Tak terkecuali juga Sonia Lopez yang sejak awal digelarnya film ini diperkenalkan sebagai pacar sekaligus calon istrinya Raúl. Sosok cewek yang hampir bunuh diri gara-gara malu usai pernikahannya gagal itu juga punya cinta dan berhak memilih tambatan cintanya.

Sayangnya, tambatan cinta itu malahan tidak jatuh pada dua laki-laki kaya yang memburunya: Raúl dan Onza. Cinta Sonia akhirnya melekat kuat pada Armando yang sama sekali tidak berambisi mengambil keuntungan dari transaksi narkoba dan lebih mengutamakan cinta dan kasih-sayang antar sesama. Walaupun, pada hari-hari sebelumnya, Armando memang lebih lekat dengan pelabelan, cacian, dan makian yang berorientasi pada penggoblokan.

:::::::::::::::
...esta es mi tierra...
:::::::::::::::

Terlepas dari ejekan-ejekan bahwa Armando itu goblok, dekil dan miskin, namun tukang angon sapi ini berhasil membuktikan adanya kebaikan pada dirinya yang belum tentu dimiliki banyak orang. Dan, kebaikan itulah yang jauh-jauh hari sudah disadari Raúl dengan cara tetap menghormati kakaknya. Khususnya, saat pertemuan keluarga jelang pernikahan Raúl dan Sonia.

Hingga saat-saat sekarat akibat baku tembak dengan anak buah Onza-pun, Raúl masih mempercayai kebaikan kakaknya. Hingga pada puncaknya, Raúl rela jika Armando menikahi Sonia. Sebab selain memang menyadari bahwa Sonia lebih mencintai Armando, Raúl juga tidak punya pilihan lain untuk merestui indahnya kehidupan yang penuh dengan cinta. Dan keindahan itu pula yang memang sudah semestinya terjadi sebagaimana sinar bulan di malam hari, burung yang bisa terbang, dan kura-kura yang lambat jalannya.

Karena cinta pula, Tuan Álvarez sempat tidak bisa memaafkan anaknya yang bernama Armando itu akibat menembak ibunya sendiri. Padahal, dengan senapan di tangan, Armando semestinya menembak kepala orang-orang yang hendak memperkosa ibunya saat itu. Namun begitu jelang meninggalnya el Padre, Armando telah mendapatkan pengampunan gara-gara alasan bahwa Sang Ayah juga punya cinta untuk anak-anaknya.

Adapun mereka yang cinta perang dan harta dari keuntungan bisnis narkoba akhirnya tewas semua di akhir cerita film ini. Raúl tewas meninggalkan lelucon tindakan dan keluhan terhadap kakaknya yang mengabulkan permintaan dengan segelintir lintingan tembakau yang jelek, berserabut, dan bengkak-bengkok. Sementara Onza tewas meninggalkaan pernyataan lucu terkait keinginan di saat sekarat. Yaitu, dihadiri banyak orang, polisi, tentara, presiden, dan semua orang di dunia.

Meski kedua bandar narkoba itu tewas dengan akhiran lelucon yang berbeda, namun keduanya tetap berada di tanah spesial. Tentunya, Tanah Air mereka sendiri.***

Gary Sanchez Productions | NALA Films | 2012 | Casa de mi Padre

Share this article :

0 comments:

¡ REGÍSTRATE AHORA !
¡¡ Y te damos 1€ gratis con tu registro !!
withdraw : PayPal | Western Union | Neteller
 
Support : Action | Animation | Family
Copyright © 2013. BFILM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger