Home » » Madu-madu Transformasi Keseimbangan

Madu-madu Transformasi Keseimbangan

Written by bfilm on Sunday, August 4, 2013 | 7:44 PM

to watch online movie or film, may be, we have a problem about the movie can't loaded. So, please check or update your flashplayer before. And enable JavaScript on your browser too.
Click here
to update adobe flash player before watching the online movie

Resensi Film | BFILM - Tindakan mengambil sesuatu tanpa kerealaan pemiliknya, merupakan bagian ciri-ciri tindakan mencuri. Sesuatu itu sendiri bisa berupa fisik ataupun non-fisik, semisal nilai dan manfaat. Pertanyaannya, bagaimana jika sesuatu itu termasuk bagian dari keseimbangan alam yang akan berakibat fatal jika tetap sepenuhnya dimiliki dan dikuasai oleh pemiliknya?

Ini memang pertanyaan yang cukup mendasar dan sukar. Terlebih ketika tersodor pada mereka yang mengaku sebagai penjaga kesimbangan alam ataupun ahli hukum yang selalu mengedepankan keadilan dan kebijakan. Namun, betapun sulitnya memutuskan jawaban untuk pertanyaan berpotensi “problema” ini, perlu bagi semua pihak agar terbuka dan menyadari betapa sulitnya memvonis itu semua. Dengan demikian, diharapkan akan muncul sebuah jawaban dan tindakan yang mampu menjadi jembatan dalam mempertimbangkan kualitas kebaikan dan keburukan di antara semua pihak.

image, film, Bee Movie, 2007, pic

Film Bee Movie (2007) ini memberikan gambaran vital terkait sulitnya menghadapi kasus tindakan mengambil sesuatu tanpa kerelaan pemiliknya. Selain menggelar dan mendiskripsikan kasus sebagaimana khasnya suatu film, karya ini juga menawarkan sudut pandang lain dalam memandang kasus yang selama ini kita sebut sebagai tindakan pencurian maupun perampokan.

Memilih Pekerjaan

Adalah Barry B. Benson dan Adam Flayman merupakan dua sahabat akrab yang baru saja lulus pendidikan di sebuah perguruan tinggi untuk para lebah. Bersama teman-teman lain satu angkatan, keduanya lantas dihadapkan dengan pilihan untuk bekerja di sebuah perusahaan sabagai bagian dari kebiasaan umum para lebah lulusan sebelumnya.

Bagi Adam, bekerja di perusahaan produksi madu Honex merupakan suatu impian yang selama ini dibanggakannya. Ia berkomiten untuk menjadi pekerja selama sisa hidupnya. Sementara Barry yang oleh keluarganya mendapat dukungan penuh untuk bekerja di Honex di bagian produksi, justru enggan mengambil kesempatan yang terbuka lebar untuknya. Ia lebih memilih pekerjaan yang disuka sendiri dan hidup dalam kebebasan di manapun dan kapanpun. Adapun bekerja di Honex yang bakal menampungnya itu dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang membosankan dan bakal menghentikan cita-citanya untuk menjalani hidup dengan bebas merdeka.

Pada hari pendaftaran kerja di Honex, Barry sengaja memisahkan diri dari kawan-kawan yang sedang antri dalam pendaftaran. Ia menemui pekerja senior bagian pemasok nektar yang diambil dari bunga-bunga tanaman dan tumbuhan di luar sarang. Dengan sedikit negosiasi dan perolehan jaminan dari kawan senior, Barry yang memiliki ambisi untuk bisa hidup di luar sarang lebah itu mendapat kesempatan untuk bergabung dalam tugas kerja.

:::::::::::::::
memang ada banyak manusia yang jahat,
tapi banyak pula manusia yang baik.

:::::::::::::::

Selama ikut tugas itu Barry pun tak henti-hentinya mengagumi luasnya dunia ini dibandingkan dunia dalam sarang. Sambil mengikuti, mengamati, dan mempelajari cara-cara bekerja dari kawan seniornya, Barry juga memanfaatkan kesempatan langka itu untuk berwisata dan memaksimalkan kegembiraannya. Hingga akhirnya, Barry yang masih lugu dan belum memiliki pengalaman banyak di luar sarang itu lepas kendali dalam kegembiraannya. Ia mendekati dan memeluk sebuah bola kasti berbulu yang mengakibatkan badannya terlekat kuat dan sulit dilepas.

Pada saat itu pula, bola tadi terpilih oleh seorang petenis untuk dimainkan. Tentu saja, Barry yang masih melekat itu ikut juga menjadi permainan petenis hingga akhirnya terpental dan terpelanting jauh yang mengakibatnya terpisah dari kawan senior yang membimbingnya.

Meski pada mulanya ingin segera pulang ke sarang, tapi Barry beralih memutuskan untuk berteduh di sebuah jendela apartemen manusia akibat air hujan yang sedang turun dan menjadikan sayapnya lengket. Namun, karena ingin sekali mengucapkan rasa terimakasih kepada manusia bernama Vanessa Bloome, ia memperlambat kepulangannya dan menemui Sang Penyelamat demi mengucapkan rasa terimakasihnya setelah dibebaskan dari ancaman pembunuhan.

Dengan mengendap-endap, Barry pun berhasil bertemu dan mengutarakan terimakasihnya kepada cewek yang menolak untuk bekerja sebagai pengacara dan memilih jualan bunga itu. Keduanya lantas menjalin persahabatan.

Sesampainya di sarang lebah dan bertemu dengan Adam, Barry lantas menceritakan semua pengalaman pertamanya di luar sarang. Ia juga menceritakan bahwa memang banyak manusia yang jahat, namun banyak pula manusia yang baik. Di antara yang baik adalah Venessa yang telah menolong jiwanya dan menjadi sahabat itu.

Meski Adam masih tetap pada anggapan umum para lebah bahwa semua manusia itu jahat dan terobsesi untuk mencuri madu-madu para lebah, namun Barry tetap pada kesimpulan yang telah dialaminya sendiri. Hingga suatu hari, Barry kembali keluar sarang dan menemui Venessa.

Pekerjaan Mencuri

Namun, pada pertemuannya yang kedua itu, Barry menyaksikan sendiri tindakan para manusia yang berfoya-foya mengambil manfaat madu. Sebagai bangsa lebah yang selalu bekerja keras untuk memproduksi madu, Barry merasa tersinggung dan menganggap kerja keras para lebah itu dimanfaatkan sepenuhnya oleh bangsa manusia.

Dengan kekuatan yang dimiliki, para manusia telah menjajah, mencuri, dan merampok hasil kerja keras para lebah. Sementara itu para lebah harus memaksakan diri untuk kerja lebih keras lagi untuk mengisi cadangan madu yang dibutuhkan oleh semua bangsa lebah usai terjadinya perampokan. Adapun para lebah yang diternak manusia, terpaksa menjadi budak rendah dan merelakan hasil kerja kerasnya dipanen oleh bangsa lain.

Akibat kesaksian semua itulah Barry mulai kembali benci terhadap para manusia yang bekerja mencuri dan merampok madu para lebah. Ia mengumpulkan bukti-bukti kekejaman manusia itu untuk diadukan kepada lebah-lebah yang lain. Hingga akhirnya, Barry mendapat dukungan bangsa-nya untuk menuntut hak mereka yang telah dicuri oleh bangsa manusia, khususnya para pengusaha dan produsen produk yang mengandung unsur madu.

Selain mendapat dukungan dari bangsa lebah, Barry juga berhasil mendapat dukungan dari Venessa dalam proses penuntutan agar manusia berhenti mengkonsumsi madu.

Lingkar Kasus Pencurian

Meski pada masa proses persidangan kasus pencurian madu itu sempat tersendat oleh siasat licik perwakilan dari pengusaha madu, namun hasil keputusan sidang memihak pada Barry dan kawan-kawan.

Atas kemenangan itu terjadilah perubahan besar-besaran di dunia para manusia. Semua produk dan kegiatan yang melibatkan madu telah dilarang dan siapapun yang tertangkap akan dikenakan denda dan atau penjara. Adapun madu-madu yang masih tersisa dan dimiliki manusia segera disita lantas diserahkan kembali kepada para lebah.

:::::::::::::::
bagaimana agar semua pihak mau rela berbagi atas apa yang dimiliki,
demi berlangsungnya kehidupan bersama.

:::::::::::::::

Sampai pada tahapan ini para lebah mulai merayakan kemenangan atas kembalinya madu-madu mereka. Namun tanpa disangka sebelumnya, ternyata para lebah mulai malas-malasan dan kebingungan akibat adanya rutinitas mereka yang hilang. Sementara bangsa manusia mulai menemui bencana akibat semakin hari semakin banyak bunga dan daun tumbuhan yang layu. Hingga pada puncaknya, Venessa juga terperangkap bencana bunga-bunga yang mudah layu dan hampir mati. Adapun tanaman yang belum berbunga, daun-daunnya semakin lama semakin layu juga. Tak pelak, Venessa pun kehilangan stok bunga di tokonya dan tidak bisa berjualan bunga lagi.

Menyadari bencana yang menimpa bangsa manusia dan hilangnya gairah hidup para lebah itu Barry lantas bekerjasama dengan Venessa untuk mengembalikan dunia sebagaimana masa-masa sebelumnya. Barry lantas mengajak bekerjasa sama dengan lebah-lebah yang lain juga untuk segera mengambil serbuk sari dari bunga-bunga segar yang masih tersisa dan menaburkannya pada putik bunga.

Daun-daun tumbuhan dan tanaman pun segar kembali hingga indahnya bunga dapat dinimati bersama lagi. Bangsa lebah dan bangsa manusia dapat hidup bersama lagi meski tindakan mencuri terjadi lagi. Bangsa manusia mencuri madu dari bangsa lebah. Bangsa lebah mencuri bahan madu dari tanaman dan tumbuhan berbunga. Tanaman dan tumbuhan mencuri unsur hara dari tanah. Tanah mencuri itu semua dari semua makhluk yang ada, termasuk jasad manusia meninggal yang terkubur dalam tanah atau menjadi debu.

Pengambilan bahan-bahan produktif mulai dari tanah hingga manusia itu semua merupakan tindakan mencuri. Tentunya, jika definisi dari istilah “mencuri” itu dijabarkan sebagai tindakan illegal atas pengambilan sesuatu tanpa kerelaan pemiliknya. Jika manusia selalu merelakan jasadnya menjadi tanah, mungkin banyak dari manusia yang ingin mati. Namun kenyataannya, banyak manusia yang tetap ingin abadi bersama jasadnya. Jika para lebah selalu merelakan madu-madunya diambil alih dan dikuasai manusia, mungkin para labah tidak akan memiliki kesempatan untuk menikmati hasil jerih-payah mereka sendiri. Jika para tanaman dan tumbuhan ingin mempertahankan sesuatu yang dimilikinya selamanya, mungkin para lebah tidak akan memiliki bahan untuk memproduksi madu.

Dari film inilah kemudian dapat kita insafi, bahwa setiap makhluk belum tentu rela jika hak-haknya dikuasai oleh pihak lain. Jika demikian yang terjadi, tentu tindakan mencuri itu dilakukan oleh semua makhluk. Maka mau-tidak-mau, semua pihak harus menengok kembali istilah “mencuri” tadi. Terlebih ketika fakta linkar pencurian itu sulit untuk diputuskan dan akan menciptakan bencana bagi semua makhluk jika rantai itu terputus.

Sampai tahapan ini ada satu tawaran yang tampak terjabar dari film ini. Yaitu, bagaimana agar semua pihak mau rela berbagi atas apa yang dimiliki, demi berlangsungnya kehidupan bersama. Meski pada dasarnya hak kepemilikan itu berada pada mereka, namun hak hidup untuk semua juga tersisip di dalam “kepemilikan awal” itu.

Namun bukan berarti untuk mendapat kerealaan pemilik sesuatu itu, masing-masing pihak yang membutuhkan dibolehkan berlomba-lomba melakukan pemaksaan terhadap pemilik yang sah. Tapi perlu adanya pemahamaan dan kasih sayang yang melebihi segala kepentingan dan kebutuhan. Di antaranya dengan mewujudkan kesadaran dan kerelaan untuk berbagi (zakat) dengan sesama.

Sehingga kasih sayang universal semacam itulah yang nantinya akan membantu transformasi kebutuhan masing-masing tanpa adanya efek negatif ketidak-realaan, pencurian, bahkan eksploitasi.

Mari berbagi demi harmoni kehidupan ini. Dengan berbagi dan saling peduli, kita menolong diri kita sendiri.***

DreamWorks | 2007 | Bee Movie

Share this article :

0 comments:

¡ REGÍSTRATE AHORA !
¡¡ Y te damos 1€ gratis con tu registro !!
withdraw : PayPal | Western Union | Neteller
 
Support : Action | Animation | Family
Copyright © 2013. BFILM - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger